Pages

Wednesday, October 30, 2013

PERKEMBANGAN INTELELEKTUAL MANUSIA: Suatu Tinjauan Sosio-psikologis



Salah satu aspek yang sangat menarik untuk dikaji tentang perkembangan intelektual manusia adalah adalah konsep reciprocal (hubungan timbal balik). Reciprocal adalah suatu proses hubungan timbal balik antara perkembangan manusia (human development) yakni perkembangan dari dalam diri seseorang dengan proses belajar manusia (human learning), perkembangan dari luar diri seseorang (Semiawan, 2007). Artinya, perkembangan dari dalam diri seseorang mengalami proses reciprocal dengan apa yang sesungguhnya dipelajari dan diperoleh melalui lingkungan.Walaupun demikian, proses siklus yang terjadi dalam diri seseorang akan lebih banyak berperanan di dalam aktualisasi diri. Ketika seorang guru berdialog dengan siswanya di dalam ruangan kelas, maka terjadi proses timbal balik secara interaktif dalam menciptakan makna (making meaning) dalam pembicaraan di mana siswa dapat mengonstruksi pengetahuan berdasarkan hasil olahan sendiri setelah mendapat pembelajaran dari gurunya.
Secara psikologis, membangun makna kadang-kadang menjadi masalah tersendiri terutama ketika mengkonstruksi pengetahuan karena sangat tergantung dari sejauh mana seseorang dapat mengolah aspek dari dalam diri dan memadukannya dengan pengetahuan baru yang diperoleh melalui proses belajar. Jadi, reciprocal bukanlah suatu proses pemerolehan pengetahuan yang dilakukan dengan cara plagiat, menjiplak atau mengkopipastekan, melainkan dilakukan dengan menformulasi kembali berdasarkan hasil penalaran mendalam sehingga mampu mengkonstruksi berdasarkan pengertian sendiri dengan menggunakan bahasa sendiri.
Hal lain yang menjadi fokus perhatian dalam studi perkembangan manusia juga adalah terjadinya lingkungan yang tidak terbagi (unshared environment), ketika terselenggaranya proses pembelajaran. Unshared environment adalah suatu kondisi lingkungan di mana peserta didik mendapat pengetahuan yang tidak terbagi unshared, antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya (Woolfork, 2009). Seorang guru menyajikan mata pelajaran kepada siswa dalam suatu ruangan kelas yang sama, menggunakan metode yang sama, dan mendapat materi pelajaran yang sama, tetapi tingkat perbedaan pencapaian pemerolehan pengetahuan siswa dapat berbeda-beda tergantung dari pengaruh reciprocal (timbal balik) antara proses pengolahan internal anak didik dengan kemampuan untuk memperoleh pengetahuan baru.
Dalam studi perkembangan manusia pada masa-masa sebelumnya, proses belajar manusia (human learning) dipandang sebagai sesuatu paham yang sangat terpisah dengan perkembangan manusia (human development). Hal ini disadari mengingat kedua pandangan ini sangat menitikberatkan pada dua aspek yang berbeda. Di satu sisi, human development lebih mengartikan perkembangan itu hanya dari dalam diri seseorang, sedangkan di sisi lain human learning berasal dari luar diri seseorang (lingkungan). Walaupun terdapat beberapa perbedaan mendasar, tetapi kedua pandangan ini mempunyai banyak persamaan. Jika kita menyimak lebih dalam tentang apa yang telah dikemukakan oleh Vygotsky bahwa tanpa lingkungan belajar yang kondusif atau invitational learning environment, maka tidak akan mungkin terjadi human learning yang pada gilirannya akan membawa dampak kegagalan pada human development. 

Artikel Lengkap Kli8k DI SINI 

No comments:

Post a Comment