Salah satu aspek yang sangat menarik untuk dikaji tentang
perkembangan intelektual manusia adalah adalah konsep reciprocal (hubungan timbal balik). Reciprocal adalah suatu proses hubungan timbal balik antara perkembangan
manusia (human development) yakni perkembangan
dari dalam diri seseorang dengan proses belajar manusia (human learning), perkembangan dari luar diri seseorang (Semiawan,
2007). Artinya, perkembangan dari dalam diri seseorang mengalami proses
reciprocal dengan apa yang sesungguhnya dipelajari dan diperoleh melalui
lingkungan.Walaupun demikian, proses siklus yang terjadi dalam diri seseorang
akan lebih banyak berperanan di dalam aktualisasi diri. Ketika seorang guru
berdialog dengan siswanya di dalam ruangan kelas, maka terjadi proses timbal balik
secara interaktif dalam menciptakan makna (making
meaning) dalam pembicaraan di mana siswa dapat mengonstruksi pengetahuan
berdasarkan hasil olahan sendiri setelah mendapat pembelajaran dari gurunya.
Secara psikologis, membangun makna kadang-kadang menjadi
masalah tersendiri terutama ketika mengkonstruksi pengetahuan karena sangat
tergantung dari sejauh mana seseorang dapat mengolah aspek dari dalam diri dan
memadukannya dengan pengetahuan baru yang diperoleh melalui proses belajar.
Jadi, reciprocal bukanlah suatu
proses pemerolehan pengetahuan yang dilakukan dengan cara plagiat, menjiplak
atau mengkopipastekan, melainkan
dilakukan dengan menformulasi kembali berdasarkan hasil penalaran mendalam
sehingga mampu mengkonstruksi berdasarkan pengertian sendiri dengan menggunakan
bahasa sendiri.
Hal lain yang menjadi fokus perhatian dalam studi
perkembangan manusia juga adalah terjadinya lingkungan yang tidak terbagi (unshared environment), ketika
terselenggaranya proses pembelajaran. Unshared
environment adalah suatu kondisi lingkungan di mana peserta didik mendapat
pengetahuan yang tidak terbagi unshared,
antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya (Woolfork, 2009). Seorang
guru menyajikan mata pelajaran kepada siswa dalam suatu ruangan kelas yang sama,
menggunakan metode yang sama, dan mendapat materi pelajaran yang sama, tetapi
tingkat perbedaan pencapaian pemerolehan pengetahuan siswa dapat berbeda-beda
tergantung dari pengaruh reciprocal (timbal balik) antara proses pengolahan
internal anak didik dengan kemampuan untuk memperoleh pengetahuan baru.
Dalam studi perkembangan manusia pada masa-masa
sebelumnya, proses belajar manusia (human
learning) dipandang sebagai sesuatu paham yang sangat terpisah dengan perkembangan
manusia (human development). Hal ini
disadari mengingat kedua pandangan ini sangat menitikberatkan pada dua aspek
yang berbeda. Di satu sisi, human
development lebih mengartikan perkembangan itu hanya dari dalam diri
seseorang, sedangkan di sisi lain human
learning berasal dari luar diri seseorang (lingkungan). Walaupun terdapat
beberapa perbedaan mendasar, tetapi kedua pandangan ini mempunyai banyak
persamaan. Jika kita menyimak lebih dalam tentang apa yang telah dikemukakan
oleh Vygotsky bahwa tanpa lingkungan belajar yang kondusif atau invitational learning environment, maka
tidak akan mungkin terjadi human learning yang pada gilirannya akan membawa
dampak kegagalan pada human development.
Artikel Lengkap Kli8k DI SINI
No comments:
Post a Comment