Pages

Monday, November 4, 2013

WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA




Wajah pendidikan di Indonesia hari ini tampaknya masih buram jika ditinjau dari lima pilar pendidikan UNESCO. Learning to know (belajar untuk mengetahui) masih terbingkai oleh besarnya arus pengejaran kualifikasi pendidikan atas dasar politis, kesejahteraan, dan alasan status sosial. Learning to do (belajar untuk dapat bekerja) menjadi pembahasan panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang terampil. Motto Indonesia bisa masih merupakan slogan karena terbukti sebagian lembaga pendidikan masih menghasilkan lulusan rendah keterampilan yang berujung pada besarnya angka pengangguran. Begitu pula dengan Leraning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri yang memiliki karakter dan akhlak mulia) masih menyisahkan banyak persoalan kehidupan mulai dari merebaknya pornografi dan pornoaksi hingga besarnya tindakan asusila yang menunjukkan tingginya angka kemerosotan moral, akhlak, dan budi pekerti yang mulia.  Learning to live together (belajar untuk hidup bersama) seolah mendapat hambatan yang begitu besar, malah cenderung tenggelam di balik besarnya perkelahian antara suku, ras, dan agama, tawuran massal, terperangkap dengan kehidupan primordial, sekat-sekat organisasi, dan kehidupan yang mengabaikan keberagaman. Seolah pendidikan telah kehilangan rohnya yang suci untuk mencerdaskan kehidupan manusia dan mengeluarkan manusia dari alam yang gelap-gulita menuju alam yang terang-benderang.

Untuk memperoleh informasi lengkap, Klik DI SINI 


2 comments: